Showing posts with label Cerpen Iseng. Show all posts
Showing posts with label Cerpen Iseng. Show all posts

Sunday, March 11, 2012

Alay Moment (Part 2)

Oke ini lanjutan dari cerita hidup david yang gaya hidupnya benar - benar mengikuti kiblat 4L@y.

"Hey david sorry ya gw telat. Lo udah lama nunggu ya? Maaf deh." sapa dita yang diikuti dengan permintaan maaf karena telat."Guwe, udah nungguin eloh dari tadi kalee. Lo kemana aja sich?" david menjawab dengan gaya alaynya lagi. Dan gw sebagai penulis dari cerita ini juga bingung kenapa seoarang cewek seperti dita mau aja dideketin oleh david yang seperti para pembaca sekalian tau gaya alay kental.
Cerita berlanjut.

"Iya - iya maaf vid. Lo udah tau sendiri kan gw apa - apa ngaret dan lelet." terang dita memberikan alibi yang memang berdasarkan fakta. Karena emang Dita itu salah satu orang terngaret di sekolahnya. Karena orang - orang masuk jam setengah tujuh pagi, sedangkan dia baru masuk jam 8 . Dan alasannya pun standar kepada para guru, "maaf pak macet". Dan entah kenapa setiap kali dia terlambat pasti selalu tampil modis. Mungkin karena dia itu blogger fashion. Jadi mau ke mana aja pasti fashionable. Well cukup tentang dita mari kita kembali di kafe mall tadi.

"Nah berhubung gw udah sampe lo mau ngomong apaan vid," tanya dita langsung. "Ahh engga kenapa - kenapa gw cuma mau ada temen duduknya aja boleh kan,"tanya David. "Ya  ampun gw kira ada masalah apa gitu yang gawat. Ternyata Cuma  mau ada temen duduk. Tapi ya ga usah nyuruh gw kesini kalo cuma begitu aja. Kalo cuma gitu aja ya ga usah manggil gw juga kali. Bikin ngabisin ongkos aja.

Setelah itu, mereka hanya mengobrol biasa seperti seorang teman yang normal dengan temannya yang alay. Sampai, tiba - tiba  Rina lewat di depan mereka dan memanggil Dita.

Bersambung ke Part 3.

Tuesday, December 6, 2011

Galau Time (Part 1)

Nah akhirnya muncul juga post satu ini. Post ini berhubungan dengan post gw yang sebelumnya dengan judul serupa yaitu "Galau". Oke post ini formatnya cerpen. Jadi bersiaplah untuk melihat hal aneh seperti yang lo liat di post cerpen - cerpen gw sebelumnya. Dan lagi semua kesamaan nama, tempat kejadian dan peristiwa hanyalah kebetulan. Karena cerpen ini penuh unsur komedi.

Dan cerita ini berkisah tentang seorang anak laki - laki. Namanya Andri. Andri ini adalah peminat reggae total. Dengan gaya pakaian mirip anak pantai bewrwarna merah kuning hijau. Dengan atribut reggae yang cukup lengkap. Yaitu kalung rasta berbentuk daun pepaya (kalo ga salah), dan terkadang juga membawa gendang kecil yang biasa dibawa oleh para pengamen. Bahkan terkadang orang - orang melihatnya memukul gendang itu sambil mengeluarkan suara poyo berkali - kali. Dan saat ini Andri sedang kuliah di sebuah universitas fakultas seni musik.

Nah sifatnya Andri ini sama dengan orang - orang reggae biasanya. Santai dan mengalir seperti angin. Dan karena sifatnya itulah Andri kerap kali dijauhi oleh para cewek. Tapi dia menganggapnya selalu biasa. Sampai suatu hari ada seorang cewek yang mendapatkan perhatiannya. Namanya Lia, seorang cewek yang satu universitas sama Andri. 

Ya dilihat dari penampilannya memang menarik. Dengan muka yang mirip dengan anggota SNSD dan juga badan tinggi semampai dengan tambahan kacamata yang membuatnya semakin kawaii (imut). Juga dengan fashion yang paling up to date. Karena Lia merupakan trendsetter di universitas itu. Dia juga sering terlihat memakai headset yang sering dipake DJ Bars and Clubs.

Namun Lia ini berbanding terbalik sifatnya dengan Andri. Karena, jika Andri orangya santai, Lia adalah cewek terpanik di Universitas. Dia sering terlihat bolak - balik keluar masuk kampus sambil bawa beberapa tumpukan buku. Walapun itu udah masa skripsi ataupun belum. Entah dia mau balikin buku ke perpustakaan atau apa.

Nah awal pertemuan mereka itu terjadi ketika mereka saling bertabrakan di lorong kampus. Ya karena kebiasaan mereka masing - masing. Andri saat itu pake kacamata hitam sambil berputar - putar memukul gendang dan menyanyikan lagu reggae (walaupun suaranya pas - pasan kayak gw). Dan Lia dengan tumpukan buku di tangannnya berlari sambil mendengarkan lagu di headsetnya. Namun sebelum tabrakan itu terjadi udah banyak orang yang teriak. 

Tapi emang dasarnya mereka berdua seharusnya udah konsultasi ke dokter THT mereka pun tidak mendengarnya. Maka tabrakan itu terjadi. Dan ada sebuah saat dramatis di kejadian tabrakan itu. Andri melupakan gendangnya yang terjatuh dan membantu memungut buku Lia. Sampai tangan mereka berdua berpegangan dan mata mereka saling bertemu.

Dan saat itu pula Andri merasakan sesuatu di hatinya. Dan alhamdulillah Lia juga tersipu malu ketika matanya bertemu dengan mata Andri. Dan telah tertanam benih - benih cinta di hati mereka berdua.

Bersambung ke Part 2

Monday, November 28, 2011

Alay moment (part 1)

Peringatan: post blog ini hanya untuk hiburan semata. Bagi kesamaan tempat, kejadian, maupun nama hanyalah kebetulan karena ya ini hanya cerpen (bukan cerpan) biasa.


Hampir setiap orang di indonesia mengalami yang namanya alay. Alay adalah saat dimana lo berusaha untuk menjadi seseorang yang keren dan eksis. Dan ngikutin dari gaya baju, perilaku, bahkan selera teknologinya. Tapi alay lebih banyak di definisikan sebagai seseorang yang menggunakan karakter - karakter aneh waktu mengirim sms. Maka dari itu alay sering ditulis menjadi @l4y.

Dan salah satu contohnya adalah gambar berikut ini.

Hal itu juga di alamin satu orang ini. Namanya david (bukan nama sebenarnya.) dia anak sma normal dengan perilaku luar biasa. Kenapa luar biasa? Ya karena dia sering sering mengirim sms dan bbm ke temannya dengan sangat aneh. Salah satu isinya adalah sebagai berikut, "W L4g1 @Da d1 m4lL p0Ndok 1Nd4h d1 Jco Ny4. l0 l4nGsuN9 k3s1Ni 4j@ y4."


Dan sms itu dikirimkan kepada Dita, temen sekelas sekaligus gebetan si david. Dan waktu itu dalam pikiran si dita adalah apakah david lagi diculik dan disandera di suatu tempat dan penculik itu minta tebusan. Maka Dita membalas sms yang berisi, "maaf kalo mau minta tebusan bukan sama saya mending sama ortunya langsung."


Dengan semangat membara david pun membalas sampai caps locknya jebol. Dan isinya adalah, "INI GW DAVID, DITA. KAN TADI LO MINTA KETEMUAN. SEKARANG GW UDAH NUNGGU DI JCO PIM." Dengan santai dita ngebales begini, "oh ini lo toh vid, gw kira tadi lo lagi di culik terus penculiknya minta tebusan ke gw. Lo udah ada di PIM ya? Oke gw juga lagi otw nih." Maka akhirnya setelah setengah jam kemudian Dita pun sampe ke PIM dan langsung menuju tempat david tersemayam.


Bersambung..

Thursday, November 17, 2011

Hari yang Aneh

Hari Yang Aneh

Pada hari itu entah kapan, gw Budi jalan – jalan bareng temen gw Mika. Aneh kan namanya? Mirip sama nama salah satu jenis plastik. Tapi dia pernah bilang sama gw kalo dia dulu lahir di toko kue. Entah apa hubungannya tapi itulah Mika teman cewek yang udah jadi sahabat gw dari masih bayi. Dan beneran loh, soalnya pas gw dulu lahir nyokapnya Mika dibawa ke rumah sakit dan dirawat pas di sebelah ranjang perawatan nyokap gw. Oke balik ke masa sekarang. Jadi gw sama mika sebenernya mau ke lapangan badminton untuk tanding badminton tunggal campuran. Tapi di tengah perjalanan banyak orang menatap ke arah kita berdua. Mengetahui hal itu maka gw sama Mika berjalan dengan style yang berbeda. Dengan gagahnya gw bawa raket badminton di balik baju gw mirip kayak ninja di film – film jepang. Dan pas waktu itu gw merasa keren soalnya banyak orang menatap ke arah gw. Tapi entah kenapa gw sekaligus merasa risih sama pandangan mereka. Karena ada perbedaan tatapan. Ada yang ngeliat gw sambil tepuk tangan, ada yang ngeliatin gw sambil nganga, dan ada juga anak kecil yang berdiri bergaya siap tarung dengan pedangnya. Ahh tapi sudahlah yang penting mulai sekarang gw dipandang orang, pikiran gw waktu itu. Beda dengan Mika dia ngebawa raketnya dengan bergaya seperti nenek sihir yang mau terbang dengan sapu terbangnya. Well emang temen gw yang satu ini suka banget nonton film – film tentang penyihir. Dan karena itulah terkadang gw takut temenan sama Mika. Soalnya dulu pas gw sama dia masih kecil dan mainan masak – masakan masih populer waktu itu, Mika sering make panci yang besar. Dan dia ngisi dengan berbagai hal mulai dari air dingin, kuning telur,tepung terigu, dan mentega. Dan gw masih ngerasa kalo tempat kelahrinannya yaitu toko kue itu tadi berpengaruh pada bakatnya yaitu membuat kue.

Kembali ke perjalanan gw tadi. Jadi berbeda gw yang ngerasa keren pas ditatapin orang, gw malah merasa takut pas gw liat tatapan orang ke Mika. Ada yang natap dengan mata jahat (ya seperti di film penyihir itu loh), kemudian ada yang natap dengan raut muka marah serta membawa obor padahal waktu itu masih siang, dan juga ada orang yang natap sambil bawa tali yang biasa buat bunuh diri. Jadi gw berbisik ke Mika “hei Mika, mending kita lari aja ya ke lapangan, gw udah ngerasa adaa aura yang buruk di sini.” “Oke”, balas Mika. Maka kami pun mengambil 269 langkah cepat menuju lapangan, dan itu terbukti soalnya gw ngitung dari awal lari tadi sampae lapangan badminton.

Sesampainya kita berdua di sana gw menyaksikan sesuatu yang mengejutkan. Lapangan badminton yang sering gw pake udah berubah fungsi menjadi lapangan tenis (tapi belakangan ini gw baru tau kalo lapangan itu lapangan serba guna). Beberapa saat kemudian gw sadar kembali, karena si Mika nampar gw pake raketnya pake gaya tebasan silang samurai. “Lo kenapa sih kok bengong gitu?”, tanya Mika. “Aduh gila sakit woi, namanya juga orang kaget pasti ada masa bengongnya dong.”, jawab gw. “Tapi muka lo ga santai tau ga? Kayak orang abis ngeliat tempat penyimpanan emas nasional gitu. Pake ngeluarin liur gitu lagi, iuuhh...”, kata Mika. “Oh mungkin itu pas muka gw pake mode dramatis gw. Mau gw praktekin lagi?”, sahut gw. “Engga usah, lo mau gw tampar pake raket lagi apa? Udah cukup sekali gw ngeliat muka lo yang kayak gitu”, jawab Mika. Well gw akuin emang Mika itu 11 – 12 sama karakter nenek sihir. Suka marah – marah dan ketawa cekikan ga jelas gitu. Gw pun menjawab dengan nada yang dramatis, “oh tidak, sudah cukup sekali aku menerima tamparan mu yang kejam itu. Sudah cukup aku ini di siksa dirimu yang kejam itu” “Ihh.. kok pake aku – kamu sih? Emang gw cewe lo apa?”, jawab mika. “Emang bukan sih mungkin sekarang lebay mode gw lagi on.”, bales gw.

“Oh ya bud, ini kita jadi main engga? Lapangannya kan dipake sama om – om bule yang di sana itu.”, sanggah Mika di tengah kelebayan gw tadi. Gw pun ngelirik dan seperti ngeliat pertandingan Grand Slam antara Roger Federer dan Rafael Nadal yang beritanya sering gw liat di koran maupun tv. Gw pun mengeluarkan satu kalimat yang hampir mirip sebuah ultimatum, “baiklah kalau begitu maka mulai dari detik ini saya putuskan untuk membalik badan dan kembali ke rumah.” Keadaan pun hening sejenak sampai Mika juga mengeluarkan sebuah kalimat yang hampir serupa sama kalimat gw tadi, “mulai detik ini jika saya di ajak bertanding badminton oleh saudara Budi di lapangan ini lagi saya akan menendangnya ke lapangan terlebih dahulu untuk melihat keadaan lapangan sebelum saya ikut berjalan bersamanya ke lapangan." Gw pun berpikir ultimatum Mika tadi mirip ultimatum di Surabaya zaman dulu, mengancam dan tegas.

Maka rencana kami pun gagal karena om – om yang mengambil alih kekuasaan untuk bermain di lapangan tersebut.

Fin